Jumat, 18 Oktober 2013





Hidup tak selama dilalui dengan lurus dan penuh kebahagiaan. Ia bagai roda yang terus berputar tanpa henti, hari ini bahagia sesaat berikutnya duka, kini penuh dengan kegembiraan dilain waktu mendapat musibah dan ujian. Saat mendapati musibah tak sedikit diantara kita yang menghadapinya dengan putus asa menganggapnya lebih dari kemampuan diri bahkan sampai berujung bunuh diri. Dalam setiap musibah pasti ada cinta diantara sudut-sudutnya yang membuatnya menjadi kebahagiaan.
Ketika telah menemukan sudut indah bernama cinta dalam musibah yang dihadapi maka akan kita sadari bahwa musibah itu sebenarnya sangat bermanfaat bagi kita sendiri dan tak pernah lagi kita akan mencacinya.
Musibah mengukur kemampuan diri
Saat musibah, kita dapat melihat daya tahan  personal baik materi,emosi,fisik maupun pikiran. Kadang musibah itu berupa kekurangan Materi sehingga stabilitas dan pengaturan (manajemen) financial kita diuji sampai sejauh mana. Banyak manusia yang mengalami gangguan emosional (mudah marah) ketika mendapatkan musibah, pada saat itu kita dapat mengetahui pada titik mana kemampuan terendah kita bisa mengendalikan emosi. Saat musibah kita dipacu berpikir lebih kuat agar dapat keluar dari musibah dengan secepatnya, tidak semua orang dapat berpikir cepat dan tepat pada saat kondisi tertekan dan kekurangan sehingga melahirkan rumus-rumus baru untuk keluar mengakhiri musibah.
Musibah cara menemukan solusi kehidupan
Solusi-solusi atas permasalahan kehidupan kita dapatkan dalam setiap musibah yang menimpa. Mungkin ketika saat normal terbiasa dengan hal-hal yang membuat terlena. Ketika seorang siswa atau mahasiswa menghadapi soal-soal ujian dia dipaksa memutar otaknya mengingat kembali semua pelajaran yang telah diterima dan disimpan dalam memorinya kemudian memakai semua rumus-rumus tersebut sesuai dengan formula soal yang didapatkannya sehingga menghasilkan jawaban yang benar. Ada banyak formulasi solusi kehidupan yang kita dapatkan setelah melalui musibah dan tak jarang solusi itu juga berguna ketika dikemudian hari kita menemukan musibah serupa sehingga dapat keluar lebih cepat saat musibah yang serupa.
Musibah menambah cinta
Cinta itu tak selamanya akan tumbuh, mekar dan bersemi hanya dengan hal-hal yang menggembirakan. Cinta itu indah ketika meminta pengorbanan dan melalui jalan berliku. Musibah dan ujian bagi orang beriman adalah sebuah prosesi kenaikan tingkat keimanan, bentuk cinta sang pencipta manusia pada ciptaan-Nya. Bentuk lain dari cara menumbuhkan rasa cinta dan syukur atas banyak nikmat yang telah di berikan-Nya . Saat berhasil melalui rintangan dan ujian maka akan makin besar rasa cinta dan kepemilikan kita terhadap hal-hal yang diujikan-Nya. Dalam setiap musibah ada bentuk pesan dan rasa cinta yang Rabb kita berikan pada setiap hamba-Nya.
                Saat ujian dan musibah apapun dan seberat apapun datang menyapa kehidupan kita, mari kita cari sudut-sudut cinta yang dibawanya agar dalam menghadapi setiap kesulitan dan lika-likunya menghadirkan rasa lapang dan spirit keluar darinya dengan cinta dan rasa suka cita.

Jafana Garden 19102013
IWAN Wahyudi

0 komentar :

Posting Komentar